Arsip untuk news kategori

UNESCO Kukuhkan Keris Indonesia Sebagai Warisan Dunia

Posted in news on Juli 18, 2008 by riansyah66

17 Juli 2008 | 15:59 WIB

Denpasar ( Berita ) :  UNESCO yang merupakan organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia.

“Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 Nopember 2005,” kata pendiri sekaligus Direktur Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka, Kamis [17/07].

Ia mengatakan, sejumlah negara antara lain Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina, hingga kini belum berhasil mengukuhkan kerisnya untuk diakui dunia.

Keris Indonesia, termasuk Bali, diakui sebagai karya agung warisan dunia mendorong menjadikan keris untuk menambah koleksi museum yang telah dirintisnya sejak 26 tahun silam.

“Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi lukisan dan patung,” tutur Suteja Neka.

Tambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi secara ketat yang dilakukan pakar dan pejuang keris (Mpu) Indonesia Ir Haryono Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro.

Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam kehidupan manusia pada jaman dahulu hingga sekarang. Kebiasaan memanfaatkan senjata keris sebagai senjata, benda berwasiat dan kelengkapan upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali.

“Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni, bukan karena berwasiat,” ujar Suteja Neka.

Ia merupakan pewaris pembuat peralatan perang, khususnya keris bertuah, bahkan leluhurnya Pande Pan Nedeng adalah Mpu Keris dari Kerajaan Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3, Ida Dewa Agung Djelantik yang menduduki tahta pada abad 19 (1823-1845).

Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Pande Wayan Suteja Neka, dikenal sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu, antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New York World Fair, Amerika (1964).

Lewat museum Neka yang dirintis 26 tahun silam diharapkan mampu melestarikan dan mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah diakui dunia, harap suteja Neka. ( ant )

Biaya Renovasi Gedung DPR Tidak Transparan

Posted in news on Juli 18, 2008 by riansyah66

Biaya Renovasi Gedung DPR Tidak Transparan

18 Juli 2008 | 10:22 WIB

Jakarta  (Berita): Ketua DPR RI Agung Laksono mengaku tidak mengetahui besarnya biaya renovasi Gedung Graha Sabha Paripurna atau biasa disebut gedung kura-kura menjelang sidang tahunan DPR dan Presiden RI pada 16 Agustus mendatang.

“Saya tidak tahu berapa anggarannya. Mungkin bisa ditanyakan kepada Sekjen DPR atau Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR,’’ ujarnya kepada wartawan saat meninjau gedung yang hingga saat ini masih direnovasi, Kamis [17/07].

Agung juga meminta gedung parlemen warisan di era Presiden Soekarno tetap terpelihara dengan baik. Meski renovasi gedung itu membawa konsekuensi berkurangnya jumlah kursi di balkon.

Sebelumnya, balkon gedung itu mampu menampung 350 orang pengunjung. namun sekarang, kapasitasnya dikurangi menjadi 250. “Mudah-mudahan bisa berumur panjang. Karena gedung ini sudah tua, kita-kita harus pelihara dari segi bentuknya,” ujar Agung.

Wakil Ketua BURT DPR Nizar Dahlan, ketika dikonfirmasi juga tidak mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi gedung yang hanya dipakai setahun sekali ini. “Saya nggak tahu,” elak Nizar. Namun, pihaknya akan memanggil pemenang tender proyek renovasi gedung itu jika tidak sesuai dalam pelaksanaannya.

Sebelumnya, BURT sempat mendapat sorotan akibat menganggarkan biaya karpet baru gedung ini yang ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp3 miliar lebih. Namun berita tersebut dibantah. BURT hanya menganggarkan uang kurang lebih Rp2 miliar. (iws)