Arsip untuk what ever thing.. kategori

acara anak dan film kartun

Posted in what ever thing.. on Juli 22, 2008 by riansyah66

Sebagai media massa, tayangan televisi memungkinkan bisa ditonton anak-anak termasuk acara-acara yang ditujukan untuk orang dewasa. Saat ini setiap stasiun televisi telah menyajikan acara-acara khusus untuk anak. Walaupun acara khusus anak tersebut masih sangat minim, persentase acara televisi yang secara khusus ditujukan bagi anak-anak relatif kecil, hanya sekitar 2,7 s.d. 4,5% dari total tayangan yang ada. Yang lebih menghawatirkan lagi ternyata persentase kecil inipun materinya sangat menghawatirkan bagi perkembangan anak-anak.

Tayangan televisi untuk anak-anak tidak bisa dipisahkan dengan film kartun. Karena jenis film ini sangat populer di lingkungan mereka, bahkan tidak sedikit orang dewasa yang menyukai film ini. Jika kita perhatikan, film kartun masih didominasi oleh produk film import. Tokoh seperti Batman, Superman, Popeye, Mighty Mouse, Tom and Jerry, atau Woody Woodpecker begitu akrab di kalangan anak-anak. Begitu pula film kartun Jepang, seperti Dora Emon, Dragon Ball, Naruto, OnePeace dst. sangat populer dan bahkan mendominasi tayangan stasiun televisi kita. Sayangnya dibalik keakraban tersebut, tersembunyi adanya ancaman.

Jika kita perhatikan dalam film kartun yang bertemakan kepahla-wanan misalnya, pemecahan masalah tokohnya cenderung dilakukan dengan cepat dan mudah melalui tindakan kekerasan. Cara-cara seperti ini relatif sama dilakukan oleh musuhnya (tokoh antagonis). Ini berarti tersirat pesan bahwa kekerasan harus dibalas dengan kekerasan, begitu pula kelicikan dan kejahatan lainnya perlu dilawan melalui cara-cara yang sama.

Perbedaan budaya, ideologi, dan agama negara produsen film dengan negara kita jelas akan mewarnai terhadap subtasi film tersebut. Karena film dimanapun tidak sekedar tontonan belaka, ia dapat membawa ideologi, nilai, dan budaya masyarakatnya. Misalnya, mungkin Satria Baja Hitam atau Power Ranger mempunyai andil besar atas terbentuknya sikap keberanian dan anti kezaliman, Tetapi keberanian yang dibutuhkan rakyat Indonesia dan anak Jepang jelas berbeda, paling tidak dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam keseharian masyarakat kita mensyaratkan keberanian ‘apa adanya’ tanpa tersembunyi dibalik kecanggihan teknologi, Sehingga diharapkan akan tertanam sikap berani dalam berkreasi sesuai dengan lingkungan di sekitarnya, Sebaliknya keberanian di Jepang dalam lingkungan masyarakatnya sudah ditunjang dengan teknologi yang canggih, Kondisi ini apabila dipandang sama, dihkawatirkan akan melahirkan generasi yang cengeng dan mudah menyerah, Begitu pula aspek-aspek lain masih banyak yang kurang sesuai dengan kondisi sosial budaya dan alam Indonesia.

Program anak-anak memang diharapkan dapat menanamkan nilai, norma, krativitas, dan kecerdasan yang ‘membumi’ atau sesuai dengan lingkungan disekitarnya. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan jati diri dan budaya bangsa Indonesia, sehingga mereka menjadi bangga sebagai warga negara Indonesia.

Film Kartun Spongebob Promosikan Homoseksual?

Posted in what ever thing.. on Juli 22, 2008 by riansyah66

Ini sumbernya dari mana?
Knapa gak disebutin sih?

Was
Heru
— Satrio Arismunandar
<satrioarismunandar-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
wrote:

> —– Original Message —–
> From: “clow_bdg” <clow_bdg-/E1597aS9LQAvxtiuMwx3w@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> To: <free4kom-hHKSG33TihhbjbujkaE4pw@xxxxxxxxxxxxxxxx>
> Sent: Saturday, January 29, 2005 8:06 PM
> Subject: [free4kom] Film Kartun Spongebob Promosikan
> Homoseksual?
> >
> > Salam & Info Oleh : Redaksi 25 Jan 2005 – 11:50 am
> >
> > Sebuah film kartun yang paling digemari anak-anak
> SpongeBob, dicurigai para peneliti telah
> mempromosikan
> gaya hidup gay dan homoseksual pada anak-anak.
> >
> > Sejumlah media massa AS melaporkan bahwa kartun
> Spongebob yang paling digemari anak-anak sekarang
> ini
> mempomosikan homoseksualitas. “Ada yang ganjil”,
> kata
> Alex Fung, seorang desainer di New York kepada
> media,
> “Ia tak begitu menampakkan karakter maskulin,
> terlalu
> lembut”.
> >
> > Ketika pencipta kartun Spongebob dan pengisi
> suaranya, Stephen Hillenburg dan Tom Kenny
> diwawancarai untuk acara talkshow di TV atau radio,
> mereka selalu menghindar ketika diminta menjelaskan
> orientasi seksual mereka. Hillenburg bersikukuh
> menolak bahwa tokoh kartunnya diarahkan menjadi gay.
> >
> > Tetapi para penggemarnya mengungkapkan bahwa
> karakter-karakter yang diperlihatkan oleh Spongebob
> sebagai ciri-ciri homoseksualitas a.l: Flamboyan,
> penuh emosi, selalu telihat periang dan tak jarang
> bernyanyi bersama rekan prianya, Patrick dan teman
> wanitanya yang berotot, Sandy Squirrel.
> >
> > “Aku harus selalu memesan ulang hal ini berulang
> kali lebih dari yang bisa kuhitung, “kata Roger
> Roth,
> seorang pemilik toko kedai yang baru  di Manhattan,
> mengomentari boneka-boneka Spongebob yang selalu
> menyanyikan kata, “go self.”
> >
> > Dalam sebuah VCD baru yang dibagikan kepada 61.000
> ribu sekolah di seluruh negeri, para aktivis
> homoseksual menggunakan karakter- krakter TV populer
> untuk anak-anak seperti Spongebob squarepants dan si
>
> dinosaurus Barney untuk mendoktrin anak-anak supaya
> mereka nanti mengikuti gaya hidup mereka.
> >
> > Distribusi kartun ini, yang disponsori oleh FedEx,
> akan bersamaan dengan tayangan video 11 Maret dengan
> Nickelodeon, PBS dan saluran Disney dalam acara hari
> peringatan nasional “We Are Family”.
> >
> > Peneliti AFA, Ed Vitagliano, melihat proyek itu
> sebagai pintu gerbang memasuki diskusi sekunder
> tentang homoseksualitas, sambil menekankan bahwa
> lembaga/yayasan itu memiliki sebuah ikrar toleransi
> dalam websitenya yang menyebutkan bahwa anak-anak
> didorong untuk berani menunjukkan jati diri mereka
> termasuk tentang orientasi seksual mereka
> > .
> > “Ketika kita tengah menginginkan agar setiap orang
> menghormati keyakinan orang lain, kita tidak
> menganggap kartun ini tepat untuk tayangan anak-anak
> sebagai upaya mendoktrinasi mereka agar menerima
> homoseksualitas,” katanya.
> >
> > Vitagliano menyatakan bahwa lembaga / yayasan itu
> tengah mempekerjakan sebuah dengan figur/idola
> anak-anak semisal Arthur, Dora the Explorer, JoJo,
> Clifford the Big Red Dog, Big Bird dan Bob the
> Builder.
> >
> > Tujuannya adalah mengajak anak-anak agar masuk
> dalam
> website lembaga itu, dan disana mereka akan
> dijelaskan
> lengkap tentang homoseksualitas, katanya.
> >
> > Seorang produser video, Christopher Cerf, menyebut
> video itu sebagai sebuah peristiwa yang tak terduga.
> >
> > “Untuk pertama kalinya, karakter-karakter yang
> berasal dari anak- anak populer muncul bersamaan
> dalam
> sebuah video yang sama”, katanya dalam  rilis berita
> November, Para produser dan aktornya menjalankan dan
>
> menyampaikan pesan proyek itu.”
> >
> > Lembaga We Are Family didirikan oleh penulis lagu
> dan penyanyi bersaudara, Nile Rodgers, yang menulis
> lagu hit dan direkam pada tahun 1979 oleh Sister
> Sledge. Videonya didanai dengan dana bantuan dari
> Toni
> Mendez Shapiro estate.
> >
> > Kerjasama dan persatuan adalah nilai terpenting
> yang
> bisa ajarkan kepada anak-anak, ” kata Rodgers, “Kami
> yakin ini adalah inti dari langkah pertama untuk
> mencintai tetangga.”
> >
> > Lembaga We Are Family menyebutkan beberapa
> mitranya
> dalam produksi video ini a.l ; Anti-Defamation
> League
> (Liga Anti Fitnah), Crown Theatres, Disney Channel,
> FedEx, Nickelodeon, HIT Entertainment, Nile
> Rodgers/Sony Publishing/The Bernard Edwards
> Estate/Warner Chapel, Nelvana, PBS, Scholastic,
> Sesame
> Workshop, Toni Mendez Shapiro Estate dan WGBH-T di
> Boston.
> >
> > Film Spongebob, Dora The Explorer dan Marsupilami
> adalah film animasi yang paling digemari anak-anak
> Indonesia saat ini mengalahkan film kartun Mickey
> Mouse atau Teddy The Bear.
> >
> > Tingginya minat anak-anak terhadap film tersebut
> memberikan inspirasi para pengusaha untuk mendesain
> model baju tokoh kartun “Dora The Explorer”.
> Termasuk
> boneka Spongebob banyak digandrungi anak-anak.

Keracunan film kartun

Posted in what ever thing.. on Juli 22, 2008 by riansyah66

“Dek kalo kamu udah besar mau jadi apa???”

“Jadi spongebob mas…..”

“Lhoooo”

Pertanyaan sama jawaban di atas adalah kenyataan, waktu itu aku tanyain ma adekku, waduh-waduh anak- anak sekarang sudah gila nonton pelm karton, sampe cita-citanya jadi tokoh kartun yang ada di tipi. padahal kalo jamanku kecil dulu cita-cita yang bagus kaya dokter, pilot, programmer(emang anak kecil udah tau apa itu programmer).

Dulu, ada si unyil yang jadi idola saya, nah sekarang ganti jadi naruto yang notabene terlalu khayal, banyak di antara orang-orang ,bukan anak kecil aja yang udah keracunan nonton film kartun , yang paling ditakutin mereka nanti menghubungkan, atau menggunakan cara-cara film kartun untuk kehidupan nyata. . ..

Sekarang kesimpulan ada ditangan kamu semua yang baca. . . . .